JAGA SHALATMU, MAKA AKAN TERJAMIN HIDUPMU

Ketika kita tidak mengetahui harus memulai dari mana untuk memperbaiki hidup kita, maka
mulailah untuk memperbaiki shalat kita dan memperbaiki keadaan diri kita, karena saat kita
mampu memperbaiki keduanya sudah pasti Allah akan memperbaiki hidup kita…
Karena di dalam diri kita mungkin masih banyak sekali kekurangan yang harus disempurnakan.
Sebab, setiap manusia pasti tidak akan luput dari yang namanya dosa, hingga seakan dosa sudah
melekat pada diri kita…
Musibah, bencana maupun cobaan hidup yang menghampiri kita terkadang karena kita
melakukan kesalahan-kesalahan dengan sengaja, sebab kekhilafan itu yang kadang membujuk
nafsu untuk bermain dan melupakan peraturan Allah…
Begitu pula dengan tindakan yang tidak disengaja, karena terkadang kita melakukan dosa yang
kita pun terkadang tidak sadar bahwa itu dosa, seperti halnya menyakiti hati orang lain dengan
bahasa kita yang kasar.
Banyak kesalahan yang telah kita lakukan entah sengaja maupun tidak sengaja. Hingga akhirnya
kita akan bertanya “sampai kapan aku akan begini?”
Banyak kesalahan yang kita telah lakukan entah sengaja maupun tidak sengaja, hingga akhirnya
kita sampai pada titik dimana kita akan bertanya “Apa selamanya aku akan menjadi begini?"
Hingga, akhirnya muncul kembali pertanyaan “Terus harus mulai dari mana?”
Nah, disaat pertanyaan itu muncul dibenak kita maka perbaiki diri kita melalui shalat kita…
Jangan khawatir Allah tidak mengijabah perbaikan diri kita. Jika hati kita sudah benar-benar
mengarah pada-Nya…
Maka sudah pasti Allah akan menyentuh kita melalui hidayahnya, sehingga kondisi kita pun akan
menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan seperti yang kita butuhkan…
Inilah beberapa cara untuk menjaga keimanan dan keselamatan dunia dan akhirat :
Pertama : Mulailah dari memperbaiki sholat kita, karena shalat merupakan ibadah yang
paling utama dalam Islam.
Dan mengapa kita harus memperbaiki shalat terlebih dahulu untuk menjadi lebih baik? Karena
memulai perbaikan diri dengan memperbaiki shalat terlebih dahulu memang adalah hal yang
tepat dan benar.
Karena shalat merupakan ibadah yang paling utama dalam mengsaya kepada Allah, dan apabila
shalatmu sudah baik menurut Allah, maka sudah jelas kehidupan kita juga akan membaik. Shalat
juga merupakan tiang agama, maka jagalah shalat kita agar kehidupan kita tetap terjaga dengan
baik.
Nah, apabila agama kita sudah kita jaga dengan baik, sudah tentu pula Allah akan menjaga kita,
menjaga kehidupan kita, dan menjaga apa-apa yang kita butuhkan dalam hidup kita.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun berwasiat kepada Ibnu Abbas agar menjaga Allah
Subhana Wa Ta'ala.
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda
: "Jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu; jagalah Allah, niscaya kamu mendapati-Nya
bersamamu; jika kamu mempunyai permintaan, mintalah kepada Allah; jika kamu membutuhkan
pertolongan, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu
untuk memberi manfaat dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan
sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu; dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu
dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah
tetapkan untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mongering." (HR At
Turmudzi)
.
Bila kita "menjaga Allah", maka Allah akan pula menjaga kita. Penjagaan Allah kepada kita, tentu
berbeda dengan "penjagaan" kita pada-Nya. Penjagaan Allah sangat luas, sempurna, dan
jangkauannya meliputi dunia akhirat…
Bentuk penjagaan Allah di dunia berma/cam- macam. Di antaranya, Allah akan menjaga kita dari
hal-hal yang akan memudharatkan. Allah memberikan kita kesehatan, kesempurnaan fisik, ilmu,
ataupun fasilitas untuk semakin mengenal-Nya. Atau pun ditundukkannya alam semesta untuk
kita. Sedang penjagaan Allah di akhirat berbentuk terbebasnya kita dari azab neraka. Allah
Subhana Wa Ta'ala berfirman :
"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS An-Nahl [16]: 97).
Kedua : Keharusan bertawakal kepada Allah dalam segala hal.
Adalah sesuatu yang wajar, tatkala kita hanya menyembah Allah, kita pun akan meminta hanya
kepada Allah. Inilah prinsip akidah terpenting. Tidak ada yang digantungi, dimintai, dan
diharapkan, kecuali Allah.
"Hanya kepada Engkaulah Kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon
pertolongan." (QS Al Fatihah: 5).
Ketiga : Keharusan untuk yakin bahwa tiada musibah dan kesenangan,
melainkan atas kehendak Allah.
Aplikasinya, kita harus optimis dalam hidup dan tidak takut dengan apapun dan siapapun, selain
oleh Allah.
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu, bahwa rasulullah sholallahu alaihi wasallam bersabda
:
"Jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu; jagalah Allah, niscaya kamu mendapati-Nya bersamamu;
jika kamu mempunyai permintaan, mintalah kepada Allah; jika kamu membutuhkan pertolongan,
minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu untuk memberi
manfaat dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang
telah Allah tetapkan untukmu; dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu dengan sesuatu,
mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan
untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mengering." (HR At Turmudzi).
Menurut sebuah hadis qudsi, bila Allah selalu bersama kita, maka apapun yang kita lakukan,
hakikatnya Allah-lah yang "melakukan".
Laa haula walaa quwwata illa billah…..
